Suatu saat saya melihat satu keluarga yang sedang berbelanja di sebuah swalayan di kota Malang.
Mereka terdiri dari ayah, ibu, dan seorang anak laki-laki..
Kemungkinan anak itu masih berusia 5 atau 6 tahun..
Saat melewati sebuah kios mainan anak itu memohon pada ayahnya untuk membelikannnya sebuah kaset games mobil balap..
Karena harganya yang murah dan karena sang ayah mencintai anaknya maka dibelilah kaset games itu...
Sebuah ilustrasi di atas mungkin hanya penggalan hal yang kadang dianggap sepele yang terjadi dalam hidup kita.
Maksud saya menulis cerita itu adalah saya ingin menyampaikan satu pendapat saya..
Menurut saya membelikan kaset games mobil balap pada anak umur 5 tahun belum terlalu penting. Masih ada games lain yang lebih cocok untuk anak seumurannya. Mungkin alasan ayah adalah karena ia mencintai anaknya. Memang semua ayah pasti mencintai anaknya. Ayah yang ini belum bisa melihat mana yang anaknya perlukan.
Banyak orang yang ingin memberikan sesuatu yang terbaik untuk orang lain. Tapi mereka seringkali salah bertindak. Mereka sering memberikan sesuatu yang terbaik itu kepada orang yang tidak membutuhkan “sesuatu” tersebut. Menurut saya hal ini disebabkan karena orang tersebut hanya fokus terhadap apa yang akan dia berikan tanpa memikirkan orang yang akan dia berikan. Contohnya sebuah perusahaan memberikan hadiah mobil sedan mewah kepada seorang petani. Bukannya lebih makmur malah petani itu kebingungan membayar pajak hadiah yang cukup besar. Untuk menjual hadiah itu pasti juga tidak mudah. Bisa saja petani itu malah ditipu. Untuk itu jika kita ingin memberikan sesuatu yang terbaik untuk orang lain, maka kita harus mengetahui apa yang orang lain butuhkan. Dengan begitu sesuatu yang sudah kita berikan akan benar-benar menjadi “sesuatu” yang terbaik.
Mereka terdiri dari ayah, ibu, dan seorang anak laki-laki..
Kemungkinan anak itu masih berusia 5 atau 6 tahun..
Saat melewati sebuah kios mainan anak itu memohon pada ayahnya untuk membelikannnya sebuah kaset games mobil balap..
Karena harganya yang murah dan karena sang ayah mencintai anaknya maka dibelilah kaset games itu...
Sebuah ilustrasi di atas mungkin hanya penggalan hal yang kadang dianggap sepele yang terjadi dalam hidup kita.
Maksud saya menulis cerita itu adalah saya ingin menyampaikan satu pendapat saya..
Menurut saya membelikan kaset games mobil balap pada anak umur 5 tahun belum terlalu penting. Masih ada games lain yang lebih cocok untuk anak seumurannya. Mungkin alasan ayah adalah karena ia mencintai anaknya. Memang semua ayah pasti mencintai anaknya. Ayah yang ini belum bisa melihat mana yang anaknya perlukan.
Banyak orang yang ingin memberikan sesuatu yang terbaik untuk orang lain. Tapi mereka seringkali salah bertindak. Mereka sering memberikan sesuatu yang terbaik itu kepada orang yang tidak membutuhkan “sesuatu” tersebut. Menurut saya hal ini disebabkan karena orang tersebut hanya fokus terhadap apa yang akan dia berikan tanpa memikirkan orang yang akan dia berikan. Contohnya sebuah perusahaan memberikan hadiah mobil sedan mewah kepada seorang petani. Bukannya lebih makmur malah petani itu kebingungan membayar pajak hadiah yang cukup besar. Untuk menjual hadiah itu pasti juga tidak mudah. Bisa saja petani itu malah ditipu. Untuk itu jika kita ingin memberikan sesuatu yang terbaik untuk orang lain, maka kita harus mengetahui apa yang orang lain butuhkan. Dengan begitu sesuatu yang sudah kita berikan akan benar-benar menjadi “sesuatu” yang terbaik.



0 komentar:
Poskan Komentar